Matawanita.com
Matawanita.com

Halo semua pembaca matawanita.com, pada kesempatan ini blog ini akan mencoba merangkum jawaban atas pertanyaan: buatlahh cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang…. Buat sobat yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan lainnya silahkan melihat di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Yuk kita bersama simak pembahasannya. Di artikel ini ada beberapa jawaban tentang pertanyaan tersebut. Silakan menelusuri lebih lanjut.

Pertanyaan

buatlahh cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh
remaja yang tidak memiliki orang tua, tetapi harus mengurus adiknya. Cara
ia sekolah, mencari nafkah, dan mengurus adiknya. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan es krim di hari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya
bahagia, tetapi tidak punya uang untuk memenuhi permintaan adiknya. Apa yang harus dilakukannya? Masalah apa yang terjadi? Bagaimana akhir ceritamu?
Sebelum itu, tentukan pula pesan apa yang ingin kamu sampaikan: kerja keras,
kejujuran, percaya kepada Tuhan, atau kasih sayang. Jika menemukan ide lain
yang menurutmu menarik, konsultasikan dengan gurumu untuk disetujui. MINIMAL 500 KATA

Jawaban

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: buatlahh cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh
remaja yang tidak memiliki orang tua, tetapi harus mengurus adiknya. Cara
ia sekolah, mencari nafkah, dan mengurus adiknya. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan es krim di hari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya
bahagia, tetapi tidak punya uang untuk memenuhi permintaan adiknya. Apa yang harus dilakukannya? Masalah apa yang terjadi? Bagaimana akhir ceritamu?
Sebelum itu, tentukan pula pesan apa yang ingin kamu sampaikan: kerja keras,
kejujuran, percaya kepada Tuhan, atau kasih sayang. Jika menemukan ide lain
yang menurutmu menarik, konsultasikan dengan gurumu untuk disetujui. MINIMAL 500 KATA

Jawaban:

Adi dan Budi

Namanya, Budi, seorangg pelajar SMP 01 di desaku. Ia seorang yang cerdas dan baik hati. Namun sayang, beberapa minggu lalu, ia dan adiknya, Adi, kehilangan kedua orang tua mereka. Menurut yang kudengar dari orangtuaku, orangtua Adi dan Budi tercatat sebagai korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu. Aku pun sempat terdiam, tak menyangka hal sedemikian akan menimpa salah seorang di desaku. Kami sendiri tidak tinggal di Palu. Namun, kebetulan ketika bencana terjadi, kedua orangtua mereka sedang mengikuti suatu kegiatan di Palu. Bencana pun tidak terhindarkan.

Hari ini, Adi, sang adik akan berulang tahun. Kemarin Budi sempat bercerita padaku tentang permohonan adiknya yang meminta untuk dibelikan kue dan es krim di hari ulang tahunnya. Aku tahu persis betapa Budi ingin membahagiakan adiknya, mungkin sekadar agar ia lupa sejenak tentang betapa naas nasib yang telah menimpa mereka saat ini. Tapi, apa hendak dikata, bencana yang tiba-tiba tersebut mengubah total kehidupan mereka. Budi kini tak punya uang sepeser pun di kantongnya. Tapi aku tahu persis raut wajah itu. Ia ingin memenuhi permintaan adiknya.

Aku pun ingat kalau kemarin kakek baru saja memberiku sedikit uang saku. Aku sempat bingung kemarin mencari cara untuk menghabiskannya. Tapi mungkin inilah kehendak Tuhan. Aku memasukkan tanganku ke dalam kantong celana, tempat uang itu kusimpan dari kemarin. Tanpa pikir panjang, aku menyerahkannya kepada Budi. “Bud, hanya ini yang bisa kubantu. Mari kita buat adikmu senang!” Budi sempat terkejut dan menolak pemberianku, tapi aku bersikukuh. Aku tahu betapa sulitnya keadaan mereka. Jadi, apapun yang bisa kulakukan untuk membantu mereka akan kulakukan.

Aku melihat raut senyum di wajah Budi. Kami pun bergegas menuju toko kue di dekat rumah. Toko itu milik seorang warga di desaku. Setelah kami memilih kue yang tepat, kami pun beranjak ke kasir ingin membayar. Tapi, Pak Charlie, sang pemilik toko itu menolak. Rupanya, ia ingin berderma pada kami hari itu. Hari itu, ia mendapat kabar bahwa puterinya masuk diterima di perguruan tinggi idamannya. Bahkan bukan hanya itu, seperti mendapat durian runtuh, beliau juga memberikan kami 3 buah es krim Magnum, yang cukup mahal waktu itu. Kami pun terkejut mendapat rahmat ini. Tak lupa kami berterimakasih kepada beliau dan berangkat pulang.

Setibanya di rumah Budi, Adi sudah menunggu. Kami pun langsung menggelar syukuran kecil-kecilan. Ternyata ibuku sudah lebih dulu tiba disana. Beliau menyediakan sedikit makanan buat kami. Setelah berdoa bersama memohon rahmat keselamtan jiwa bagi kedua orangtua Budi dan Andi serta umur yang panjang bagi sang empunya hari, kami pun melewati sore itu dengan makan bersama. Adi pun terlihat sangat senang.

Demikian pembahasan atas pertanyaan: buatlahh cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang…. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share blog kami di bawah ya. Thanks Demikian tanya-jawab mengenai buatlahh cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang…, semoga dengan postingan ini bisa membantu menyelesaikan permasalahan kamu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini