Matawanita.com
Matawanita.com

Hai semua sobat blog Matawanita, kali ini postingan ini akan berbagi jawaban dari pertanyaan: Mengapa PLTA membutuhkan perairan yang berarus? . Buat sahabat setia yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan lainnya silahkan mencari di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Yuk kita bersama simak rangkumannya. Di artikel ini ada beberapa pilihan jawaban mengenai pertanyaan yang satu ini. Silakan menelusuri lebih lanjut.

Pertanyaan

Mengapa PLTA membutuhkan perairan yang berarus? Apa yang akan terjadi jika PLTA dibangun di perairan yang tenang?

Advertisement

Jawaban

Untuk memutar turbin listrik pada sistem PLTA atau pembangkit listrik tenaga air maka dibutuhkan arus air yg deras, dengan arus yg deras maka perputaran turbin akan semakin kencang dan menghasilkan tenaga istrik yg maksimal. Jika dibangun di perairan tenang maka yg terjadi turbin tidak menghasilkan listrik yg maskimal karena perputaran nya lambat.

Pembahasan Soal:

Hampir semua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dibangun di atas sungai yang melewati pegunungan atau perbukitan. Hal ini karena pembangkit listrik tenaga air membutuhkan air dengan perbedaan ketinggian permukaan yang sangat besar antara dua lokasi yang berdekatan. Ketika sungai melewati perbukitan atau pegunungan, sungai dapat dibendung untuk membentuk dam, dan dari dam tersebut dibuat terowongan menuju ke generator yang dipasang di sisi sebelah dam. Karena perbedaan ketinggian yang besar di tanah, air yang mengalir melalui terowongan memiliki kecepatan tinggi ketika mencapai generator. Energi yang dimiliki sangat besar, sehingga energi yang diberikan kepada generator juga sangat besar. Alhasil, daya yang dihasilkan sangat besar. Permasalahan di Indonesia adalah belum banyak sungai yang dapat mengembangkan PLTA karena tidak melewati perbukitan. Ada banyak sungai besar di pulau Sumatera dan Kalimantan di Indonesia, namun arusnya sangat tenang. Kami memiliki sungai Musi, Batangas dan Siak di Sumatera, dan sungai Kapuas, Barito dan Kahayan di Kalimantan. Sungainya besar, tetapi sangat tenang, dan hampir tidak mungkin untuk membangun pembangkit listrik tenaga air. Apakah ada cara lain untuk membangun pembangkit listrik tenaga air di sungai ringan? Ini adalah tantangan yang sangat menarik. Jika ini bisa tercapai, maka kita bisa mengatasi kekurangan listrik di Indonesia, terutama di pulau Sumatera dan Kalimantan yang memiliki banyak sungai besar. Sekali lagi dimungkinkan untuk menghasilkan tenaga hidrolik dari sungai yang tenang.

Guru Besar ITB yang juga guru besar di bidang fisika ini memiliki konsep yang sederhana untuk menyelesaikan masalah ini. Ide ini mungkin sulit diwujudkan saat ini. Namun, mungkin dalam beberapa dekade mendatang, akan ada teknologi yang dapat mewujudkan metode ini dengan biaya ekonomis. Caranya adalah dengan membangun terowongan di bawah sungai. Caranya adalah dengan menggali terowongan vertikal di sekitar bantaran sungai dengan kedalaman beberapa puluh meter, kemudian melanjutkan terowongan horizontal memanjang ke hulu sungai hingga meninggalkan parit dasar sungai di hulu. Terowongan horizontal sangat panjang. Sebuah generator ditempatkan di bagian bawah terowongan vertikal. Air jatuh melalui terowongan vertikal dan memutar generator. Kemudian air yang mengalir dari generator mengalir melalui terowongan horizontal dan mengalir ke hulu di ujung terowongan. Energi air yang digunakan untuk memuat generator tergantung pada ukuran terowongan dan kedalaman terowongan.

Kesimpulan

  1. Berdasarkan pembahasan soal diatas maka PLTA membutuhkan perairan yang berarus karena pembangkit listrik tenaga air membutuhkan air dengan perbedaan ketinggian permukaan yang sangat besar antara dua lokasi yang berdekatan. Ketika sungai melewati perbukitan atau pegunungan, sungai dapat dibendung untuk membentuk dam, dan dari dam tersebut dibuat terowongan menuju ke generator yang dipasang di sisi sebelah dam. Karena perbedaan ketinggian yang besar di tanah, air yang mengalir melalui terowongan memiliki kecepatan tinggi ketika mencapai generator. Energi yang dimiliki sangat besar, sehingga energi yang diberikan kepada generator juga sangat besar. Alhasil, daya yang dihasilkan sangat besar.
  2. Lalu Apa yang akan terjadi jika PLTA dibangun di perairan yang tenang maka turbin tidak akan memutar dan listrik yang dihasilkan sangat lemah

Demikian jawaban atas pertanyaan: Mengapa PLTA membutuhkan perairan yang berarus? Apa yang akan terjadi jika PLTA dibangun di perairan…. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share Matawanita di bawah ya. Thanks Sekian tanya-jawab mengenai Mengapa PLTA membutuhkan perairan yang berarus? Apa yang akan terjadi jika PLTA dibangun di perairan…, semoga dengan jawaban bisa membantu menyelesaikan permasalahan kamu.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini