Matawanita.com
Matawanita.com

Hai semua sobat Matawanita, pada kesempatan ini matawanita.com akan berbagi jawaban atas pertanyaan: Tolong bantuannya Kakak (Ziarah) Genre/ Jenis Film: Drama Sutradara Film: BW Purba Negara Rumah Prod…. Buat sahabat yang sedang mencari jawaban dari pertanyaan lainnya silahkan lihat di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Yuk kita simak rangkumannya. Di artikel ini ada beberapa pilihan jawaban tentang pertanyaan itu. Silakan menelaah lebih lanjut.

Pertanyaan

Tolong bantuannya Kakak

Advertisement

(Ziarah)

Genre/ Jenis Film: Drama
Sutradara Film: BW Purba Negara
Rumah Produksi Film: GoodWork
Penulis Naskah skenario / Novel Film: BW Purba Negara
Produser ilm: BW Purba Negara
Durasi Film: 1 jam 27 menit
Tanggal Rilis/ Tayang ilm: 18 Mei 2017 (Indonesia)
Negara asal Film: Indonesia
Ziarah telah mendapat penghargaan Best Asian Feature di Salamindanaw Asian
Film Festival dan Skenario Terbaik versi Majalah Tempo pada tahun 2016. Selain itu
juga turut masuk sebagai nominasi Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia,
sutradara terbaik di ASEAN International Film Festival and Awards, Piala Dewantara di
Apresiasi Film Indonesia, dan program kompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
Sementara tokoh utama film ini, yaitu Ponco Sutiyem menjadi kandidat aktris terbaik.
Film Ziarah disutradarai BW Putra Negara, alumnus Filsafat UGM, ini bercerita
mengenai pencarian. Bagi Mbah Sri berziarah merupakan proses pencarian sang suami, Prawiro Sahid, yang tidak kembali setelah 70 tahun pamit pergi untuk membela negara.
Proses pencarian ini membawanya kepada narasi-narasi baru di luar pengetahuan
dirinya mengenai sosok Prawiro. Narasi-narasi ini membingungkan dirinya. Ada yang
mengatakan bahwa Prawiro adalah sosok pahlawan karena ia berani mengorbankan
dirinya menjadi umpan agar pasukan Militer Belanda mau ke luar dari sarangnya.
Sementara itu, orang lain yang ditemuinya mengatakan berbeda, ia meninggal karena
ditembak yang dikiranya dikira sebagai mata-mata Belanda.
Melalui penjelasan dan petunjuk anggota masyarakat yang ditemuinya, di Waduk
Kedung Ombo, yang dahulu merupakan desa Kweni, inilah kemudian Mbah Sri
menaburkan bunga di tengah-tengah persis di mana sang suami konon dikuburkan
sebagai pahlawan di kuburan yang dahulu bernama Alas Pucung. Usai menaburkan
bunga melalui perahu di tengah Waduk tersebut, ia diajak pulang oleh cucunya.
Setelah kembali ke rumah, Mbah Sri mendapatkan informasi bahwa Prawiro
ternyata memiliki dua keris yang bisa mengantarnya menemukan sang suami. Namun,
dalam pencariannya, Mbah Sri disesatkan oleh Abdi. Dari sini alur cerita yang awalnya
monoton dengan iringan musik yang menyayat menjadi tegang. Alih-alih menemukan
kuburan dan batu nisan Prawiro seorang diri yang meninggal pada tahun 1985, ia
justru menemukan kuburan tersebut bersanding dengan kuburan yang lain, persis
di sampingnya, bernama Sutarmi Prawiro, meninggal tahun 1987. Proses pencarian
dan ingatan mengenai suami yang dicintainya selama ini ternyata tidak meninggal.
Sebaliknya, saat perang usai, Prawiro tidak kembali ke rumah, tetapi merajut kehidupan
baru dengan menikah dengan perempuan lain.
Film berjalan lambat di awal. Adegan cucu Mbah Sri yang sibuk hendak membangun
rumah tangga dengan kekasihnya terlalu menyita waktu. Namun, sutradara
membangun alur cerita secara dramatik, penonton dibuat bertanya-tanya mengenai
akhir dari film ini. Penggunaan latar biasa dan sederhana yaitu suasana pedesaan,
kampung-kampung, sawah, dan jalan-jalan yang tak beraspal. Tetapi hal tersebut
seakan-akan membawa penonton terlibat dalam cerita. Film ini menggunakan bahasa
jawa sebagai pengantar. Melalui film ini, BW menegaskan kembali mengenai makna
ziarah yang selama ini dipahami. Selain bermakna spiritual, ziarah itu merupakan
perjalanan orang dengan kemampuannya sendiri untuk berdamai dengan masa lalu.
Dengan kata lain, masa lalu memang perlu diingat, tetapi tidak boleh dijadikan beban
yang memenjarakan orang.​

Jawaban

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Tolong bantuannya Kakak

(Ziarah)

Genre/ Jenis Film: Drama
Sutradara Film: BW Purba Negara
Rumah Produksi Film: GoodWork
Penulis Naskah skenario / Novel Film: BW Purba Negara
Produser ilm: BW Purba Negara
Durasi Film: 1 jam 27 menit
Tanggal Rilis/ Tayang ilm: 18 Mei 2017 (Indonesia)
Negara asal Film: Indonesia
Ziarah telah mendapat penghargaan Best Asian Feature di Salamindanaw Asian
Film Festival dan Skenario Terbaik versi Majalah Tempo pada tahun 2016. Selain itu
juga turut masuk sebagai nominasi Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia,
sutradara terbaik di ASEAN International Film Festival and Awards, Piala Dewantara di
Apresiasi Film Indonesia, dan program kompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
Sementara tokoh utama film ini, yaitu Ponco Sutiyem menjadi kandidat aktris terbaik.
Film Ziarah disutradarai BW Putra Negara, alumnus Filsafat UGM, ini bercerita
mengenai pencarian. Bagi Mbah Sri berziarah merupakan proses pencarian sang suami, Prawiro Sahid, yang tidak kembali setelah 70 tahun pamit pergi untuk membela negara.
Proses pencarian ini membawanya kepada narasi-narasi baru di luar pengetahuan
dirinya mengenai sosok Prawiro. Narasi-narasi ini membingungkan dirinya. Ada yang
mengatakan bahwa Prawiro adalah sosok pahlawan karena ia berani mengorbankan
dirinya menjadi umpan agar pasukan Militer Belanda mau ke luar dari sarangnya.
Sementara itu, orang lain yang ditemuinya mengatakan berbeda, ia meninggal karena
ditembak yang dikiranya dikira sebagai mata-mata Belanda.
Melalui penjelasan dan petunjuk anggota masyarakat yang ditemuinya, di Waduk
Kedung Ombo, yang dahulu merupakan desa Kweni, inilah kemudian Mbah Sri
menaburkan bunga di tengah-tengah persis di mana sang suami konon dikuburkan
sebagai pahlawan di kuburan yang dahulu bernama Alas Pucung. Usai menaburkan
bunga melalui perahu di tengah Waduk tersebut, ia diajak pulang oleh cucunya.
Setelah kembali ke rumah, Mbah Sri mendapatkan informasi bahwa Prawiro
ternyata memiliki dua keris yang bisa mengantarnya menemukan sang suami. Namun,
dalam pencariannya, Mbah Sri disesatkan oleh Abdi. Dari sini alur cerita yang awalnya
monoton dengan iringan musik yang menyayat menjadi tegang. Alih-alih menemukan
kuburan dan batu nisan Prawiro seorang diri yang meninggal pada tahun 1985, ia
justru menemukan kuburan tersebut bersanding dengan kuburan yang lain, persis
di sampingnya, bernama Sutarmi Prawiro, meninggal tahun 1987. Proses pencarian
dan ingatan mengenai suami yang dicintainya selama ini ternyata tidak meninggal.
Sebaliknya, saat perang usai, Prawiro tidak kembali ke rumah, tetapi merajut kehidupan
baru dengan menikah dengan perempuan lain.
Film berjalan lambat di awal. Adegan cucu Mbah Sri yang sibuk hendak membangun
rumah tangga dengan kekasihnya terlalu menyita waktu. Namun, sutradara
membangun alur cerita secara dramatik, penonton dibuat bertanya-tanya mengenai
akhir dari film ini. Penggunaan latar biasa dan sederhana yaitu suasana pedesaan,
kampung-kampung, sawah, dan jalan-jalan yang tak beraspal. Tetapi hal tersebut
seakan-akan membawa penonton terlibat dalam cerita. Film ini menggunakan bahasa
jawa sebagai pengantar. Melalui film ini, BW menegaskan kembali mengenai makna
ziarah yang selama ini dipahami. Selain bermakna spiritual, ziarah itu merupakan
perjalanan orang dengan kemampuannya sendiri untuk berdamai dengan masa lalu.
Dengan kata lain, masa lalu memang perlu diingat, tetapi tidak boleh dijadikan beban
yang memenjarakan orang.​

Jawaban:

Ndak tau kok tanya sayaaaaaa

Nah itu dia jawaban atas pertanyaan: Tolong bantuannya Kakak (Ziarah) Genre/ Jenis Film: Drama Sutradara Film: BW Purba Negara Rumah Prod…. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share blog kami di bawah ya. Thanks Demikian tanya-jawab mengenai Tolong bantuannya Kakak (Ziarah) Genre/ Jenis Film: Drama Sutradara Film: BW Purba Negara Rumah Prod…, semoga dengan postingan ini dapat membantu menyelesaikan masalah kamu.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini