Beranda Tanya Jawab Bahasa Indonesia Contoh cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus...

Contoh cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus mengurus adiknya

0
965
Matawanita.com
Matawanita.com

Hai semua sobat matawanita.com, kali ini matawanita.com akan mencoba contoh tulisan cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus mengurus adiknya. Buat sobat yang sedang mencari contoh cerpen bertema remaja boleh mencari di menu categori Tanya jawab ya atau klik link ini. Ayo kita simak pembahasannya. Disini ada beberapa alternatif cerpen mengenai pertanyaan itu. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Tulislah cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus mengurus adiknya cara ia sekolah dan mencari nafkah. Suatu hari adiknya minta di belikan kue dan eskrim di hari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya bahagia tetapi tidak mempunyai uang. Tentukan pula judulnya dan maknanya

Cerpen 1.

Pagi ini matahari tersenyum lembut, burung kenari berkicau dengan indahnya dan sang awan melindungi setiap insan di dunia. Cuaca pagi ini sangat mendukung untuk bersenang-senang namun ada seorang anak laki-laki sedang bersedih di dekat pohon bringin yang besar, dengan ditemani sebuah buku tulis yang sudah kotor dan robek. Ia hanya mengamati sebuah buku yang dipegangnya. Betapa malang dirinya. Sepuluh tahun sudah Joki putus sekolah. Perceraian antara bapak dan ibunya membuat Joki putus sekolah. Setelah perceraian tersebut, bapak dan ibu meninggalkan Joki bersama kedua adiknya yang kini menjadi pengamen. Joki mempunyai angan-angan untuk bersekolah kembali. Joki adalah seorang anak laki – laki yang pintar dan disiplin.
Merasa terbuang dan tak ada satu pun yang dapat memberikan kasih sayang, Joki selalu merasa sedih dan murung, dilamunannya dia selalu bertanya pada dirinya sendiri. “Mengapa semua ini bisa terjadi? Mengapa harus aku ?”. Hanya sakit diliputi kesal dan amarah yang dia pendam di hatinya untuk kedua orang tuanya yang telah meninggalkannya. Namun dengan kegigihannya ia dan kedua adiknya mencoba membangun kehidupan yang layak bagi mereka. Walaupun tanpa bantuan orang lain ia tetap semangat membuat kehidupan yang layak baginya.

Setiap hari Joki hanya mencari kayu untuk dijual dan mencari buku bekas yang masih layak untuk dibaca. Dan hampir setiap hari pula ia pergi ke sekolahan yang ada di dekat rumahnya untuk melihat pelajaran yang ada. Joki hanya melihat di balik pintu, tetapi ia juga mencatat apa yang ia lihat di sekolahan itu. Setiap Joki sedang mencatat, Joki selalu bicara di dalam hati, “ Betapa enaknya bisa duduk dibangku itu ”. Akan tetapi itu hanya sebuah mimpi yang tak pernah terwujud. Tetapi diantara rasa bimbang ia bisa bersekolah atau tidak, ia masih beruntung, karena mempunyai tetangga yang baik hati, orang yang baik hati itu bernama Bu Olin. Bu Olin adalah salah satu guru geografi di sekolah yang biasa Joki datangi. Ketika Bu Olin mengetahui kalau Joki ditinggal oleh kedua orang tuanya, Bu Olin hampir setiap hari mendatangi rumah Joki untuk memberikan makanan dan sekedar memberikan ilmu kepada Joki dan kedua adiknya.

Bu Olin ingin mengembalikan kecerdasan Joki yang dulu selalu mendapatkan peringkat pertama di kelasnya. Dan dengan semangatnya Bu Olin tak pernah mengeluh untuk mengajarkan Joki. Bu Olin selalu mendorongnya untuk belajar dengan giat. Lalu Bu Olin menyekolahkan Joki dan kedua adiknya, tetapi Joki tak mau bersekolah, karena Joki takut diejek oleh teman disekolahnya dan ia takut tidak bisa mencari nafkah untuk kedua adiknya. Dengan gigihnya Bu Olin selalu menyuruh Joki untuk sekolah kembali, dan akhirnya Joki mau bersekolah kembali. Joki sangat bersemangat untuk bersekolah, walaupun dalam keadaan apapun ia tetap bersekolah. Saat Joki ditanyakan oleh gurunya, apa yang dicita–citakan oleh Joki, Joki menjawab bahwa Joki ingin bertemu dengan kedua orang tuanya dan ingin menjadi seorang pengusaha yang hebat. Joki setiap hari mencari kedua orang tuanya tetapi Joki juga tidak lupa dengan kewajibannya untuk belajar, karena Joki ingin menjadi pengusaha yang hebat.

13 tahun kemudian, pada umur 25 tahun Joki telah menjadi pengusaha yang hebat, bahkan Joki masuk 10 besar orang terkaya di Indonesia. Walaupun dia telah menjadi pengusaha yang hebat, joki tetap tidak bangga dengan hasil jerih payahnya itu, karena joki belum mampu menemukan ke dua orang tuanya. Dan akhirnya ada berita bahwa kedua orang tua Joki telah tiada, dan pada saat itu juga Joki memilih untuk tidak mencari kedua orang tuanya lagi. Joki mulai melupakan kedua orang tuanya. Bahkan kini Joki telah hidup bahagia dengan kedua adiknya.

Buatlah cerpen yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang tua, tetapi harus mengurus adiknya. Suatu saat adiknya minta dibelikan kue dan es krim dihari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya bahagia, tetapi tidak punya uang untuk memenuhi permintaan adiknya. Apa yang harus dilakukannya? Masalah apa yang terjadi? Bagaimana akhir ceritamu? Sebelum itu, tentukan pula pesan apa yang ingin kamu sampaikan: kerja keras, kejujuran, percaya kepada Tuhan, atau kasih sayang. Jika menemukan ide lain yang menurutmu menarik, konsultasikan dengan gurumu untuk disetujui. Selamat menulis.

Jawaban Di sebuah desa, terdapat seorang anak yang berumur 15 tahun. Hidupnya sangat memprihatinkan. Ia ditinggal oleh kedua orang tuanya satu tahun yang lalu karena kecelakaan dan harus banting tulang untuk makan. Lebih memprihatinkan lagi. Ternyata ia juga memiliki adik kecil yang masih berumur 3 tahun yang juga masih menjadi tangguh jawabnya karena masih belum bisa apa-apa. Gadis itu selalu menampilkan senyuman di depan adiknya, karena ia tak ingin adiknya bersedih hati, cukup saat kepergian orang tuanya lah adiknya merasa sakit hati. Sekarang, ia harus menutupi pedih di hatinya demi adiknya yang ia cintai. Esok adalah hari ulang tahun adiknya. Ia sangat senang, karena mungkin besok adiknya bahagia. Meskipun berumur 3tahun, adiknya itu sangat lucu dan pintar. Karena sesuatu yang menuntut, ia harus berhenti sekolah dan bekerja menjadi pelayan di toko kecil. Gajinya tidak seberapa, hanya cukup untuk makan setiap hari. Karena besok hari ulang tahun adiknya, ia berpamitan kepada majikannya untuk pulang lebih awal karena ada urusan. Begitu bohongnya, karena ia tahu jika majikannya tahu alasan ia pulang yang sesungguhnya, ia tidak akan diizinkan. Setelah mendapat izin dari majikannya, ia pulang dengan hati gembira. “Holee.. Akak pulanggg” seru adik kecil itu yang menyambut ya dengan suara lucunya “Hai! Kamu lagi ngapain coba?” tanya sang kakak “Atu abis ain cama temen akak” (baca aku abis main sama temen kakak) “Ouhh… Yaudah sana istirahat. Tiduran” suruh sang kakak sambil mengeluh rambut sang adik “Mmm… Akak inget ngga? Becok acu ulang aun lho! Dulu, pas maci ada mamam cama papa acu celaluuu dibeliin esklim” ucap adik itu dengan nada sedih Degh! Seketika hati sang kakak ngilu mendengar si adik yang teringat akan mama dan papanya “Hmm… Gimana kalo kakak yang mau beliin?” tanya sang kakak agar si adik tidak lagi sedih. Padahal dirinya tidak memegang uang saat ini, tapi jika adiknya mau ia akan pinjam kepada majikannya asal adiknya bahagi “Beneran akak? Iya acu mauuu” ucap si adik kembali bahagia dengan biar di matanya Sang kakak pun bergegas ke rumah majikannya untuk meminjam uang. Tak apa, asalkan adiknya bahagia ia akan selalu melalukab apapun.

Setelah mendapat uang dari majikannya ia kembali ke rumah. Esok ia berjanji akan membelikan es krim yang adiknya mau sebagai kado ulang tahun adik kesayangannya itu

Pesan yang ingin saya sampaikan: kejujuran

Cerpen 2

Judul: KUE ULANG TAHUN BUAT ADIK

Matahari masih belum tampak di ufuk timur. Dito mengambil tasnya dan bergegas mengeluarkan sepeda butut peninggalan ayahnya. Dengan tergesa-gesa ia mengayuh sepedanya ke rumah Pak Rahmat, untuk mengambil jatah koran yang ia loperkan.

Sambil mengayuh sepedanya, ia teringat ibu bapaknya yang telah meninggal setahun yang lalu. Kedua orangtuanya sedang mendorong gerobak sampah di dekat rumah di pagi buta dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang hingga menabrak ibu bapaknya, dan kemudian mobil itu menabrak dinding jembatan layang karena mengantuk katanya. Sejak itulah Dito berusaha mengurus adiknya sendiri.

Beberapa kali Dinas Sosial datang untuk membawa Dito dan Retno ke panti asuhan. Tetapi karena dipisahkan, Dito dan Retno melarikan diri dari kantor Dinas Sosial. Berhari-hari mereka tinggal di jalan, hingga akhirnya Dito kembali ke rumah dan memohon kepada warga kampung agar tidak melaporkan mereka ke Dinas Sosial. Dan warga menyetujuinya.

Setelah mengambil koran dan mengantarkannya, Dito kembali ke rumah. Dilihatnya Retno sudah bangun dan telah mengenakan seragam. Tetapi wajah Retno terlihat sedih.

“Wah, sudah cantik kok masih cemberut? Maafkan Kakak ya, tadi tidak sempat membangunkan,” kata Dito sambil menarik handuk, siap-siap mandi.

“Kak, tahu tidak sekarang tanggal berapa?” tanya Retno pelan.

Dito menatap kalender yang juga sedang dilihat oleh Retno. “Tanggal 27 ya?”

“Kakak lupa ya hari ini hari apa?” Tanya Retno.

Dito terdiam sebentar, berpikir. “Sebentar ya, Kakak mandi dulu.”

Sebenarnya Dito ingat hari ini hari apa. Tetapi ia berpura-pura lupa. Ia tahu hari ini adalah hari ulang tahun Retno. Dan biasanya Retno meminta dibelikan kue dan es krim kepada ibu. Dada Dito terasa sesak. Ia belum punya uang sama sekali. Bayaran loper koran baru akan dibayarkan 3 hari lagi.

Begitu Dito keluar dari kamar mandi, “Oh Kakak ingat. Ulang tahun Retno ya? Selamat ulang tahun ya adikku sayang. Semoga sehat selalu dan tambah pintar.”

“Retno ingin kue dan es krim, Kak, yang biasanya Ibu belikan,” kata Retno merengek.

Dito terdiam sambil mengenakan seragamnya. Otaknya berputar-putar mencari alasan.

“Hmmm.. Nanti pulang sekolah kita beli es krim-nya ya. Sekarang sekolah dulu.”

“Sungguh ya Kak?” kata Retno smabil tersenyum.

Dito mengangguk pelan.

Hari ini Retno pulang lebih siang daripada Dito karena ada les. Dito mengayuh sepedanya di pasar. Dilihatnya sebuah toko yang memajang kue ulang tahun dari etalasenya. Dito melihat kue tersebut, dan, harganya satu buah kue bisa buat membeli 5 kilogram beras, batin Dito. Ia melihat toko itu sepi. Tiba-tiba berkelebat niat jahat di benaknya. Ia masuk ke dalam toko dan mengambil sebuah kue.

Dito berlari sekencang-kencangnya hingga sampai di depan rumahnya. Sepedanya tertinggal di toko kue itu.

Ternyata di depan rumahnya, sudah menunggu pemilik toko dan beberapa warga.

“Dito, kamu mengambil kue di toko Pak Ujang tanpa ijin ya?” tanya pak RT.

“Bukan, Pak. Bukan saya yang ambil,’ kata Dito gagap.

“Nah itu apa yang kamu pegang,” tanya Pak Ujang.

“Maafkan saya, Pak. Retno ulang tahun hari ini. Saya tidak punya uang, Pak. Saya tidak tega mendengarkan rengekannya, Pak. Ini ulang tahunnya yang pertama tanpa ibu bapak, Pak,” kata Dito hampir menangis.

“Tetapi bukan begitu caranya, Dito. Kami setuju untuk menjaga kamu dan adikmu di kampung ini. Dan kami sudah menganggap kamu seperti anak-anak kami,” kata Pak RT.

“Maafkan saya, Pak Ujang, Pak RT. Maafkan saya yang tidak tahu diri ini,” kata Dito menangis.

“Ya sudah. Bawalah kue itu untuk Retno, asal kamu tidak mengulanginya lagi,” kata Pak Ujang.

“Terima kasih, Pak Ujang. Tetapi bolehkah saya meminta tolong? Tolong jangan cerita ke Retno tentang perbuatan saya ini ya, Pak,” kata Dito memohon.

“Tenang saja. Kami tahu bagaimana kamu berusaha menjaga adikmu selama ini. Jagalah dengan baik ya,” kata bapak-bapak itu sambil beranjak pergi.

Demikian pembahasan atas pertanyaan: Tulislah cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus mengurus adiknya ca…. Semoga bermanfaat ya guys. Jangan lupa like dan share matawanita.com di bawah ya. Thanks Demikian tanya-jawab tentang Tulislah cerpen tentang tokoh remaja yang tidak mempunyai orang tua tetapi harus mengurus adiknya ca…, semoga dengan jawaban dapat membantu menyelesaikan masalah kamu.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini